FUKUOKA - Berbagai kreasi robot yang dihasilkan orang Jepang sangat beragam. Tak hanya robot dengan fungsi tertentu, mereka juga menciptakan robot untuk sebuah kepuasan di bidang karya seni.
Baru-baru ini, tempat pameran robot bernama Robosquare di Fukuoka, Jepang memamerkan sebuah robot unik bernama Himawari yang dalam bahasa Jepang berarti bunga matahari.
Sesuai dengan namanya, robot ini berbentuk seperti bunga matahari dan bekerja dengan meniru gerak heliotropis tanaman tersebut yang selalu mengikuti arah cahaya matahari. Namun tentu saja, robot tanaman ini tidak memerlukan air dan cahaya matahari untuk menghidupinya.
"Bedanya, robot ini tidak merespon arah matahari, melainkan mengikuti gerak tangan seseorang yang merangsangnya," kata si perancang robot, Akira Nakayasu dari Kyushu University.
CNet, Rabu (5/8/2009) melansir, pada kepala bunga, terdapat sebuah kamera penangkap cahaya yang dipancarkan oleh inframerah LED. Cahaya ini kemudian memantulkan gerakan tangan yang berada paling dekat dengan robot.
Bagian unit pengontrol robot kemudian akan memproses data dan memerintahkan agar robot langsung mengikuti gerakan tangan tersebut.
Nakayasu mengaku tertarik membuat robot Himawari ini karena terinspirasi keindahan tanaman bunga matahari. Menurutnya, jika diamati, keindahan pergerakan bunga matahari yang mengikuti cahaya matahari seperti mengisyaratkan sebuah pesan komunikasi alam
"Saya pun kemudian menciptakan robot dengan bentuk dan sifat yang meniru bunga matahari. Keindahan gerak perlahan robot Himawari tercipta untuk berinteraksi dengan gerakan manusia, hal yang sama juga terjadi pada tumbuhan aslinya yang seolah nampak berkomunikasi dengan matahari," tandasnya. (okezone.com)
Baru-baru ini, tempat pameran robot bernama Robosquare di Fukuoka, Jepang memamerkan sebuah robot unik bernama Himawari yang dalam bahasa Jepang berarti bunga matahari.
Sesuai dengan namanya, robot ini berbentuk seperti bunga matahari dan bekerja dengan meniru gerak heliotropis tanaman tersebut yang selalu mengikuti arah cahaya matahari. Namun tentu saja, robot tanaman ini tidak memerlukan air dan cahaya matahari untuk menghidupinya.
"Bedanya, robot ini tidak merespon arah matahari, melainkan mengikuti gerak tangan seseorang yang merangsangnya," kata si perancang robot, Akira Nakayasu dari Kyushu University.
CNet, Rabu (5/8/2009) melansir, pada kepala bunga, terdapat sebuah kamera penangkap cahaya yang dipancarkan oleh inframerah LED. Cahaya ini kemudian memantulkan gerakan tangan yang berada paling dekat dengan robot.
Bagian unit pengontrol robot kemudian akan memproses data dan memerintahkan agar robot langsung mengikuti gerakan tangan tersebut.
Nakayasu mengaku tertarik membuat robot Himawari ini karena terinspirasi keindahan tanaman bunga matahari. Menurutnya, jika diamati, keindahan pergerakan bunga matahari yang mengikuti cahaya matahari seperti mengisyaratkan sebuah pesan komunikasi alam
"Saya pun kemudian menciptakan robot dengan bentuk dan sifat yang meniru bunga matahari. Keindahan gerak perlahan robot Himawari tercipta untuk berinteraksi dengan gerakan manusia, hal yang sama juga terjadi pada tumbuhan aslinya yang seolah nampak berkomunikasi dengan matahari," tandasnya. (okezone.com)



0 komentar:
Posting Komentar